Pengantar
Biasanya untuk menghemat dan mempermudah perawatan sejumlah komputer dalam jaringan, kita mempergunakan Diskless sebagai salah satu solusi. Diantara proyek yang mempermudah perwujudan Diskless ini adalah K12LTSP, dimana proyek ini mendapat dukungan RedHat selaku Distro yang populer di negri kita ini.
K12LTSP adalah Linux Terminal Server Project yang -sayangnya- hanya menyediakan support bagi Distro populer tertentu saja. Distro yang di-support berarti semua proses instalasi dan script dapat dijalankan dengan mudah diatas Distro tersebut. Dan ternyata support tersebut hanya berlaku bagi Distro RedHat, Mandrake, Caldera, SuSe dan Debian. Ops... ini berarti problem buat penyusun, yang saat ini sedang jalan diatas Distro Slackware !
Oke, tampak awalnya memang demikian, tetapi seharusnya secara teoritis semua Distro bisa dikonfigurasikan sebagai Diskless. Karena K12LTSP menyediakan instalasi dan script yang lengkap, plus dukungan RedHat, maka tidak ada salahnya bila kita coba menggunakannya diatas Slackware. Catatan bagi pembaca, tulisan ini ditujukan sebagai dukungan tidak resmi terhadap Buku Mini Info Linux “Panduan Mudah Membuat Diskless System” oleh Bapak Rusmanto dan Bapak R.Kresno Aji, baik sebagai pelengkap instalasi K12LTSP untuk Distro Slackware maupun sebagai ralat beberapa kesalahan yang terdapat didalam buku tersebut.
Penulis berharap artikel mini ini berguna bagi pembaca dan pengguna Linux, selanjutnya dapat menjadi sumbangan bagi komunitas Open Source Indonesia, khususnya pengguna Slackware dan umumnya Linuxer di Indonesia.
(PERHATIAN) : Tulisan ini tidak pernah dimuat di media manapun, jadi harap jeli saat membacanya. Yang jelas tulisan ini dibuat saat penulis "nekad" meng-LTSP-kan Slackware, di saat yang sama masih belajar Linux. Dimuat disini apa-adanya sebagai kenangan, harap maklum
Prasyarat Perangkat Keras & Lunak
Perangkat Keras
Instalasi Diskless K12LTSP jelas membutuhkan komputer yang dilengkapi dengan kartu jaringan. Saat mencoba instalasi K12LTSP ini, penulis hanya menggunakan komputer “lawas” yakni Celeron-667Mhz/SDRAM-96Mb/HDD-20Gb sebagai Server dan P2-300Mhz sebagai Client dengan dua kartu jaringan RTL-8139 (yang murah dan mudah didapat).
Perangkat Lunak
Di dalam komputer Server sudah terinstal Distro Slackware 9.1 dengan opsi penuh (baca : full install). Kemudian pertama, lakukan instalasi paket K12LTSP 3.0.5 sebagai Linux Terminal Server (penulis ambil dari CD-RedHat Buku Mini Info Linux). Kedua adalah modifikasi Slackware. Lalu ketiga adalah re-compile kernel sebagai ganti K12LTSP yang gagal. Dan yang terakhir adalah instalasi Netboot 0.9.8 sebagai Network Boot Loader pengganti Etherboot yang gagal. Langkah instalasi selanjutnya dibahas di sub-bab berikutnya.
B.1. Instalasi Linux Terminal Server (LTS) di komputer Server
File rpm yang kita butuhkan berada di CD-2, yakni sebagai berikut:
ltsp_core-3.0.9-1.k12ltsp.1.3.1.i386.rpm
ltsp_esound-0.3-k12ltsp.2.3.0.i386.rpm
ltsp_floppyd-3.0.0-4.k12ltsp.2.3.0.i386.rpm
ltsp_kernel-3.0-5.k12ltsp.2.3.0.i386.rpm
ltsp_x_core-3.0.4-2.k12ltsp.4.3.0.i386.rpm
Selanjutnya, karena Slackware tidak support terhadap paket rpm secara langsung, maka kita perlu konversi ke dalam bentuk tgz lebih dulu. Silakan pindah lebih dahulu ke sub-directory tempat ke-5 file rpm tadi dan sebagai root lakukan perintah berikut:
#rpm2tgz *.rpm (pastikan semua file rpm berada dalam satu sub-directory)
#pkgtool -pilih Current (jawab dengan Yes atas semua tawaran install yang ada)
Bila instalasi K12LTSP selesai, maka kita akan dapatkan directory /opt/ltsp dan /tftpboot/lts
B.2. Modifikasi Instalasi Slackware di komputer Server
Agar LTS dapat berjalan baik pada Slackware, maka kita memerlukan beberapa modifikasi pada file-file: dhcpd.conf, hosts, hosts.allow, inetd.conf, exports.
Modifikasi yang diperlukan adalah sebagai berikut:
dhcpd.conf (bila sudah dikonfigurasikan, silakan periksa dan edit kembali)
default-lease-time 21600;
max-lease-time 21600;
ddns-update-style none;
allow booting;
allow bootp;
option subnet-mask 255.255.255.0;
option broadcast-address 192.168.0.255;
option domain-name "ltsp";
option root-path "192.168.0.254:/opt/ltsp/i386";
option option-128 code 128 = string;
option option-129 code 129 = text;
shared-network WORKSTATIONS {
subnet 192.168.0.0 netmask 255.255.255.0 {
range dynamic-bootp 192.168.0.1 192.168.0.10;
use-host-decl-names on;
option log-servers 192.168.0.254;
group {
use-host-decl-names on;
option log-servers 192.168.0.254;
host ws001 {
hardware ethernet 00:0e:2e:00:8d:aa;#ganti dengan Hwaddress NIC anda
fixed-address 192.168.0.1;
filename "/tftpboot/vmlinuz";
}
host ws002 {
hardware ethernet 00:a1:b0:08:ce:76;
fixed-address 192.168.0.2;
filename "/tftpboot/vmlinuz";
}
}
}
}
hosts
# Do not remove the following line, or various programs
# that require network functionality will fail.
127.0.0.1 localhost.localdomain localhost
192.168.0.1 ws001.ltsp ws001
192.168.0.2 ws002.ltsp ws002
hosts.allow
#This file describes the names of the hosts which are
#allowed to use the local INET services, as decided
#by the '/usr/sbin/tcpd' server.
bootpd: 0.0.0.0
in.tftpd: 192.168.
portmap: 192.168.
inetd.conf
Ubah dengan menghilangkan tanda # di depan tftp dan bootps
exports
/opt/ltsp/i386 192.168.0.254/255.255.255.0(ro,no_root_squash,sync)
/var/opt/ltsp/swapfiles 192.168.0.254/255.255.255.0(rw,no_root_squash,sync)
/usr/X11R6/lib/X11/fonts 192.168.0.254/255.255.255.0(ro,no_root_squash,sync)
/usr/share/fonts 192.168.0.254/255.255.255.0(ro,no_root_squash,sync)
rc.local
#!/bin/sh
# /etc/rc.d/rc.local: Local system initialization script.
# Put any local setup commands in here:
# "Here they are DHCP Daemon startup !"
dhcpd
# Start XFont Server
/usr/X11R6/bin/xfs -droppriv -daemon
Bila modifikasi telah selesai anda laksanakan maka lakukan perintah berikut:
#exportfs -a
#exportfs -v (anda akan melihat file-file ekspor dan siap transfer via network)
#pkgtool -pilih Setup -pilih services -pilih rc.portmap (anda telah siapkan layanan NFS)
B.3. Compile Kernel untuk LTS di komputer Server
Dengan kernel LTSP dan Etherboot network loader yang sudah di-instalasi-kan secara default seharusnya kita tidak membutuhkan paket lainnya. Sayangnya, entah kenapa kernel LTS dan Etherboot network loader tidak bisa berjalan sebagaimana mestinya diatas Slackware (utamanya pada komputer penulis). Oleh karena itu kita perlu melakukan compile kernel LTS sendiri.
Pada Slackware, kernel source biasanya sudah disertakan saat instalasi dan berada pada directory /usr/src/linux atau /usr/src/linux-2.4.22 . Silakan masuk pada directory tersebut dan lakukan perintah berikut:
#make menuconfig
#make dep
#make c lean
#make bzImage
Saat di menuconfig, kita memilih opsi yang perlu saja. Untuk mudahnya biarkan opsi yang ada seperti sediakala / apa adanya, kecuali opsi berikut ini:
Ambil opsi (bintang - * ) Block Device pada Loopback Device support, Network Block Device support, RAM disk support, Initial RAM disk support
Ambil opsi (bintang - * ) Network option pada Packet socket, Network Packet filtering, Socket filtering, IP:Netfilter Configuration (untuk opsi ini pilih M saja semuanya), Unix domain socket, TCP/IP Networking, IP kernel level autoconfig., IP:DHCP support, IP:BOOTP support, IP:TCP syncookie
Ambil opsi (bintang - * ) Network device support pada Dummy net driver support, untuk Ethernet (10 or 100Mbit) -pilih sesuai dengan kartu jaringan yang anda pergunakan-
Ambil opsi (bintang - * ) File Systems pada TMP file system, RAM file system, Virtual memory file system support, /proc file system support, /dev file system support, Automatically mount at boot, /dev/pts file system for Unix98 PTYs, ext2 file system
Ambil opsi (bintang - * ) Network File Systems pada NFS file system, NFS-V3, Configuration root on NFS
Opsi lainnya silakan isi dengan M (module) atau kosongkan
Bila kita berhasil melakukan compile, maka kita akan dapatkan file binary: bzImage di sub-directory /usr/scr/linux-2.4.22/arch/i386/boot
-gunakan Midnight Commander untuk kemudahan eksplorasi berikut ini-
Silakan pindah ke /usr/src/linux-2.4.22/arch/i386/boot dan lakukan perintah berikut:
#mknbi-linux -x -d /opt/ltsp/i386 -i kernel -k bzImage -o vmlinuz
copy-kan vmlinuz ke sub-directory /tftpboot
copy-kan /lib/modules/2.4.22 ke sub-directory /usr/src (sbg back_up)
kembali ke sub-directory /usr/src/linux-2.4.22 dan lakukan perintah berikut:
#make modules
#make modules_install
copy-kan /lib/modules/2.4.22 ke sub-directory /opt/ltsp/i386/lib/modules
copy-kan kembali /usr/src/2.4.22 ke sub-directory /lib/modules
Sampai disini selesailah sudah re-compile kernel LTS. Silakan reboot Server anda untuk memulai layanan baru sebagai LTS. Selamat menikmati server jaringan anda !
B.4. Melaksanakan Instalasi Netboot di komputer Server
Dapatkan atau download file instalasi Netboot versi 0.9.8 atau yang lebih baru dari http://netboot.sourceforge.net/english/download.html, kemudian ekstrak di directory yang kita pilih (biasanya di /usr/src) -gunakan Midnight Commander untuk kemudahan eksplorasi semacam ini-. Silakan pindah lebih dulu ke sub-directory tempat source berada (berarti di /usr/src/netboot-0.9.8) dan selanjutnya lakukan compile netboot dengan perintah:
#. /configure
#make clean
#make
#make install
Bila kita berhasil melakukan compile, maka kita akan dapatkan file binary: makerom
Silakan lakukan perintah berikut untuk menyiapkan disket boot network:
#makerom -pilih sesuai kartu jaringan anda
(untuk lebih jelas mendetil, silakan baca file Readme dalam paket Netboot).
Catatan: disket boot network digunakan untuk keperluan booting komputer Client via NFS (Network File System). Jadi sebelum memastikan bahwa komputer Client dapat melakukan booting via kartu jaringan, sebaiknya anda coba dulu dengan disket boot network ini.
Selamat mencoba boot via network !
C. Tambahan: mengaktifkan kartu suara di komputer Client dengan mudah !
Mengaktifkan kartu suara (soundcard) di komputer Client tampaknya jadi hal yang rumit dan perlu file tambahan, selain beberapa alternatif memusingkan. Bagi pembaca silakan coba alternatif mudah berikut ini:
Buka file lts.conf yang berada di sub-directory /opt/ltsp/i386/etc
Tambahkan perintah berikut (bila semua Client memiliki soundcard bertipe sama):
###For ISA sound cards, . . .
SMODULE_01 = opl3sa2.o (gantilah module sesuai soundcard anda)
Tambahkan perintah berikut (bila tiap Client memiliki soundcard yang berbeda)
[ws001]
SMODULE_01 = soundcore.o
SMODULE_02 = opl3sa2.o
Bila soundcard anda menggunakan Sound Blaster, silakan tambahkan module seperti berikut:
SMODULE_01 = uart401.o
SMODULE_02 = sb.o io=0x220 irq=5 dma=1
Semoga client bersuara lantang tanpa syarat !
Blog Hamba Alloh Penggemar Linux
Email: slackycml @slackycml.homelinux.org
Chat: Dal.Net room #awali 

______ Ad-Dien _____
Nasehati Keluarga
Nasehati Ummat
____ Favorit Link _____
Planetnya Slacker's
Forum Slacker's
Asosiasi Warnet Linux
_____ Langganan ____
___ Jml Pembaca ___
| « | November 2009 | |||||
|---|---|---|---|---|---|---|
| M | S | S | R | K | J | S |
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 |
| 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 |
| 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 |
| 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 |
| 29 | 30 | |||||
slackycml (Berbagi Folder Pl…): Wa'alaykumussalam.
Ya masi…
Andri ex TJP (Berbagi Folder Pl…): Hallo Om Hadi...., Piye Ka…
acmal (Iseng-iseng Insta…): gini nih contoh dikasi pet…
Hadi (Slackware Muslim …): Subhanalloh.. cantik mas t…
ta'im anantaNet (Lagi, Berbagi Fil…): terimakasih pak.
ini semal…
01 Okt - 31 Okt 2009
01 Sep - 30 Sep 2009
01 Agts - 31 Agts 2009
01 Jul - 31 Jul 2009
01 Mei - 31 Mei 2009
01 Apr - 30 Apr 2009
01 Mar - 31 Mar 2009
01 Feb - 28 Feb 2009
01 Jan - 31 Jan 2009
01 Des - 31 Des 2008
01 Nov - 30 Nov 2008
01 Okt - 31 Okt 2008
01 Sep - 30 Sep 2008
__ Tenaga On-Air __
_ Numpang Domain _
_ Free Web Hosting _
__ Periksa Tempat __
__ Lisensi Blog Ini __

__ Yok Pake Linux ! __
_ Tempat Bagi2 File _